Minggu, 31 Oktober 2010

B. Surat Al- Isra: 26-27 dan Al-Baqarah :177 tentang anjuran menyantuni Kaum Duafa

A. Surat Al-Isra 26-27 tentang ajuran membantu Kaum Duafa
• Terjemahan ayat 26-27 :
“dan berikan lah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan hak nya kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hambur (hartamu) secara pemboros-pemboros itu adalah sodara-sodara setan dan itu adalah ingkar kepada tuhannya” (Q.S. Al-Isra, 17;26-27)
Isi atau kandungan ayat Al Qur’an tersebut adalah
• Suruhan Allah SWT kepada umat manusia (umat Islam) untuk memenuhi hak kaum kerabat,fakir miskin,dan orang-orang dalam per jalanan.
• Larangan Alah SWT agar kita, umat islam jangan menghambur-hamburkan harta secara boros,karna pemborosan adalah teman atau saudaranya setan

Kesimpulan Ayat Al-Isra 26-27
Hak merupakan suatu yang harus diterima oleh seseorang.sesuatu tersebut bisa berupa materi atau non materi.misal kaum kerabat berhak memperoleh kasih sayang, rasa hormat, dan memperoleh pertolongan baik materi maupun non materi bila di perlukan.
Pemberian bantuan berupa harta benda kepada kaum kerabat,para fakirmiskin (kaum duafa) dan orang-orang dalam perjalanan, berupa sedekah atau berderma di jalannya, yang isyaallah tentu akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Allah SWT berfirman : “perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan allah adalah serupa dengan sebutir benih yang membutuhkan tujuan butir pada tiap-tiap butir seratus biji.Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki dan alah maha luas (karunianya)lagi maha mengetahui (Q.S. Al-Baqarah,261)
Setiap muslim/muslimah dilarang besikap boros dalam hidupnya,sebaiknya ia di suruh untuk hidup sederhana.

B. Suarat Al-Baqarah 177 tentang anjuran menyantuni Kaum Duafa
Terjemahan ayat 177 (Q.S Al-Baqarah)
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan akan tetapi sesungguhnya kebijakan itu ialah beriman kepada Allah,hari kemudian,maikay-malaikat,kitab-kitab,nabi-nabi,dan memberikan harta yang di cintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,orang-orang miskin,musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang memintai dan (memerdekakan)hambanya,mendirikan sholat,dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya) dan merekalah orang-orang yang bertaqwa”(Q.S.Al-Baqarah :177)

Kesimpulan Suarat Al Baqarah 177
Adalah kebajikan tidak terletak pada mengahadapkan wajah ke arah timur dan barat.tetapi kebajikan adalah memiliki iman yang benar. Yakni kepercayaan yang tertuju dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di buktikan melalui amal perbuatan
Ciri-ciri iman yang benar berdasarkan surat Al Baqarah Ayat 177 antara lain sebagai berikut :
a. beriman kepada Allah, hari kemudian, para malaikat,kitab-kitab (Al Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya) para nabi (dari semenjak nabi adam sampai dengan Rosul terakhir Muhammad SAW)
b. memberikan harta yang di cintainya kepada kerabatnya, anak yatim orang-orang miskin, musafir, orang-orang yang meminta-minta,memerdekakan hamba sahanya.
c. Mendirikan sholat dan menunaikan zakat.
d. Menepati janji bila berjanji dan bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

Penyelesaian
Surat Al baqarah ayat 177 memberikan penyelesaian dengan cara bijaksana bahwa tujuan pengertian kitab itu tiada lain agar orang-orang beriman menaati segala apa yang di perintahkan allah.termasuk menaati arah kiblat shalat yakitu menghadap ke kabah ke mekah.
Suarat Al Baqarah ayat 177 berisi suruhan Allah agar orang-orang memiliki iman yang benar yakni bertaqwa kepada Allah SWT.
Perintah-perintah allah SWT dan menjauhi segala laranganya:
1. Menjalin hubungan baik dengan Allah SWT hal ini dilakukan dengan cara beriman kepada kebenaran rukun iman yang ke enam.selain itu jaga disiplin akan melaksanakan rukun islam yang lima.
2. Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia misalnya, memberikan sebagian harta yang di cintainya kepada kaum kerabat, pakir, musafir, dll
3. menjalin hubungan baik dengan diri sendiri selalu menepati janji bila berjanjii dan bersifat sadar dalam kesepitan, penderitaan dan peperangan.

Kamus istilah
- Ujub :Bermegah diri atau berbangga diri, yaitu sifat yang di celah
allah SWT karna orang-orang yang ujub hatinya mengingkari segala kuasa allah.atas keberhasilan yang di peroleh nya
- Takabur :sombong, yaitu sifat yang menyombongkan diri karna merasa dirinya mempunyai kelebihan dan menganggap orang lain banyak kekurangan takabur termasuk sifat tercela.
- Gibah : mengumpat atau menyebut aib orang lain di belakangnya bermaksud untuk menodainya gibah termasuk perbuatan haram.
- Namimah :yaitu suka mengadu domba antara seseorang dengan orang lain, antara satu kelompok dengan kelompok lain sehingga kelompok yang tadinya bersahabat menjadi bermusuhan namimah termasuk perbuatan haram.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar